Journal Lampung

Proporsional & Berimbang

Sebelumnya Ratusan, Kini Puluhan Monyet Turun Ke Pemukiman Warga

Bandar Lampung (JL) : Setelah belum lama ini ratusan monyet turun ke pemukiman warga di RT 16 Lingkungan 1, Kelurahan Bumiwaras, Kecamatan Bumi Waras, puluhan monyet turun juga di lokasi berbeda yaitu tepatnya di lingkungan Gg. Salak Jl. Tupai, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton.

Hal tersebut dibenarkan Sunarsih warga RT 7 Lingkungan 3, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton saat dijumpai di lokasi, Senin (11/2/2019).

“Ya benar monyet-monyet juga turun di sini. Jumlahnya sekitar 50an monyet yang turun ke permukiman warga di sini. Biasanya, pagi jam 5.30 WIB atau sore jam 5 an mereka bergerombol turun ke sini,” ungkapnya.

Menurutnya, makhluk primata tersebut memang kerap turun ke permukiman warga di sini sudah sejak lama.

“Sudah lama memang kondisi ini. Puluhan monyet itu turun dari Gunung Banten sana tempat mereka tinggal,” paparnya.

Puluhan monyet yang turun diduga karena bosan dengan makanan yang ada di gunung sehingga turun sampai ke tempat tinggal warga di sini untuk mencari makanan.

“Memang gak ganggu, cuman lompat di atas genteng sehingga pada pecah dan juga ambil makanan sampai buka kulkas”

“Soalnya makanan di gunung cuman daun-daun mungkin bosen makanya dia cari ke pemukiman warga,” terangnya.

Jika peristiwa monyet-monyet menggigit manusia di sini belum pernah terjadi dan sebenarnya sudah sempat laporan ke pamong setempat.

“Ya kalau laporan sudah pernah tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena kan gak boleh ditembak sebab binatang yang dilindungi. Kalau inginnya ada kepedulian dari instansi terkait untuk penanganannya,” harapnya.

Hal senada diutarakan Noto, warga lainnya di lingkungan setempat.

“Ya benar monyet-monyet pada turun ke rumah-rumah warga dan ambil makanan,” paparnya.

Ia mengungkapkan bahkan monyet-monyet itu pernah mengacak-ngacak tempat tinggalnya untuk mengambil makanan.

“Waktu itu habis lebaran pintu depan di buka dan saya di belakang rumah. Nah, kuenya diacak-acak mau usir takut karena jumlahnya lumayan banyak sekitar enam monyet, bahkan sampai buka kulkas makan kurma,” paparnya.

Menurutnya, warga di tempatnya untuk saat ini sudah tidak khawatir karena sudah terbiasa dengan pola monyet yang turun hingga ke permukiman.

“Ya udah gak takut lagi karena sudah kebiasaan. Tapi pinginnya ada penanganan dari instansi terkait supaya tidak turun ke rumah-rumah warga lagi,” tandasnya dikutip dari tribunlampung.co.id. (*)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat